Belajar Bahasa Membentuk Warga Dunia

Istilah warga dunia awalnya digunakan terutama dalam konteks politik dan masalah humanisme untuk menggambarkan kelompok negara-negara bangsa dari berbagai jenis. Saat ini, istilah itu telah digunakan secara lebih luas dalam berbagai domain kehidupan, termasuk dalam pendidikan. Menurut  Bartelson (2009 : 11) konsep warga (communities) pada dasarnya adalah konsepsi komunitas manusia, sejauh mereka didasarkan pada asumsi bahwa manusia berbeda dari anggota spesies lain, dan asumsi bahwa kelompok tersebut unik, dan dengan demikian berbeda dari kelompok orang lain. Manusia tidak hanya diyakini memiliki kapasitas yang sama, tetapi juga diyakini dapat berbagi pada hal-hal lain yang sama. Dengan demikian, menurtut Bartelson (2009 : 11)  manusia diyakini memiliki berbagi seperangkat kapasitas yang memungkinkan untuk melakukan hubungan yang bermakna satu sama lain, dan untuk membangun komunitas berdasarkan simbol bersama dan nilai-nilai yang mungkin ditimbulkan oleh pertukaran seperti itu.

Lalu Apa implikasi dari konsep warga dunia?. Pertama-tama menurut Meister (2010 : 294) kita harus memahami dan mengenali dahulu konsep warga dunia. Dengan mengutip pendapat  Einstein ia mengatakan bahwa daripada membelah atom (untuk membuat bom), lebih baik kita berusaha untuk menyatukan dunia. Ia juga mengutip pendapat Eillkie yang mengatakan bahwa kiata hanya butuh satu dunia saja. Atau tidak sama sekali. Pernyataan Meister ini mengisyaratkan bahwa penting bagi kita menyatukan kesamaan dari pada memunculkan perbedaan.  

Selanjutnya, Menurut Meister (2010 : 294) kita semua harus menjadi anggota masyarakat yang baik, karena hukum dan keadilan adalah semen yang menyatukan sebuah komunitas, maka kita harus menyusun hukum dan keadilan secara memadai untuk mencapai tujuan-tujuan komunitas dunia. Seperti  telah disinggung pada bagian sebelumnya, dunia pendidikan merrupakan salah satu wahana untuk menciptakan warga dunia yang diimpikan. Bahkan, sekolah sebenarnya merupakan wahana yang didalamnya terhimpun warga dunia.  Lalu, pendidikan global seperti apakah yang dibutuhkan ?