Pendidikan Global. Apa itu ?

Da Silva (2010) dengan dibantu oleh para kontributor, telah menyusun panduan (guide line) pendidikan global. Tulisannya itu didasarkan pada rekomendasi resolusi Dewan Eropa nomor 1318 tahun 2003. Menurutnya, pendidikan global dapat dipahami sebagai upaya untuk pembangunan pendidikan, pendidikan hak asasi manusia, pendidikan untuk keberlanjutan, pendidikan untuk perdamaian dan pencegahan konflik dan pendidikan antar budaya (Da Silva, 2010: 8). Dikatakan lebih lanjut bahwa pendidikan global yang disasarkan pada rekomendasi dari  resolusi Dewan Eropa ini penting untuk dipromosikan di semua negara anggota Uni Eropa karena, mengingat bahwa pendidikan global sangat penting bagi semua warga negara untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk memahami, berpartisipasi dalam dan berinteraksi secara kritis dengan masyarakat global kita, sebagai warga negara global yang berdaya.

Pendidikan global adalah perspektif pendidikan yang muncul dari kenyataan bahwa manusia sekarang hidup dan berinteraksi dalam dunia yang semakin mengglobal. Oleh karena itu, menjadi penting bagi dunia pendidikan untuk memberikan kesempatan dan kompetensi kepada peserta didik untuk merenung dan berbagi sudut pandang dan peran mereka sendiri dalam masyarakat global yang saling terkait, serta untuk memahami dan mendiskusikan hubungan kompleks dari masalah sosial, ekologi, politik dan ekonomi yang sama, sehingga mendapatkan cara berpikir dan bertindak yang baru (Da Silva, 2010: 10). Namun memang bukanlah hal yang mudah menjadikan dunia pendidikan saat ini menjadi pendidikan global karena adanya kendala-kendala, ketegangan, keraguan, dan persepsi yang berbeda-beda dari masyarakat terkait dengan isu-isu global.

Pendidikan global meliputi tiga dimensi utama yaitu (a) pengetahuan (knowledge), (b) keterampilan (skill), dan (c) sistem nilai dan sikap (values and attitudes).  Pertama, aspek pengetahuan pada pendidikan global tidak berarti mengubah seluruh aspek materi pembelajaran atau membuat materi pembelajaran baru, tetapi diarahkan pada memperkaya kosep materi pembelajaran dengan pengembangan dunia global dan memperluas cakupannya. Perluasan cakupan materi terkait antara lain pengetahuan tentang prosess dan perkembangan warga dunia. Hal ini terkait dengan fokus pendidikan global yaitu keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan untuk memberikan kesempatan hidup semua orang. Oleh karena itu, materi pembelajaran hendaknya terkait juga dengan isu-isu utama dalam kehidupan warga dunia, seperti kondisi kehidupan di tingkat lokal dan di bagian lain dunia, masyarakat multikultural, sosial, konteks politik, ekonomi dan budaya, kekerasan struktural, saling ketergantungan antar daerah,  negara dan benua dan sumber daya alam yang terbatas, masyarakat informasi dan media (Da Silva, 2010: 20).

Pengetahuan lain yang juga perlu diperrtimbangkan dalam pendidikan global adalah pengetahuan tentang sejarah dan filosofi konsep universal kemanusiaan (knowledge of the history and philosophy of universal concepts of humanity).  Pengetahuan ini terkait dengan pengetahuan tentang konsep universal kemanusiaan seperti hak asasi manusia, demokrasi dan tata pemerintahan yang baik, ekonomi, keadilan sosial, perdagangan yang adil, kesetaraan gender, perdamaian dan konflik transformasi, kewarganegaraan, keanekaragaman, dialog antar budaya dan antaragama, pembangunan berkelanjutan, kesehatan dan akses yang sama ke pencapaian ilmiah dan teknologi. Pengetahuan akan komunitas dan perbedaan-perbedaannya (knowledge about communalities and differences) pada pendidikan global akan sangat berguna bagi peserta didik. Mereka akan mengetahui bahwa setiap komunitas (kelompok masyarakat) memiliki gaya hidup, budaya, agama , mosi, suka dan duka yang berbada, sehingga mereka dapat memahami persamaan dan  perbedaan yang membuatnya lebih mudah untuk menghargai perbedaan yang ada (Da Silva, 2010: 21-22)

Kedua terkait keterampilan (skill). Dalam pendidikan global, model-model pembelajaran diarahkan agar peserta didik (1) berpikir  kritis dan analitis, yaitu  pendidikan global harus membantu peserta didik untuk mendekati masalah dengan pikiran terbuka, kritis, merefleksikannya dan bersedia mempertimbangkan pendapat mereka berdasarkan bukti baru dan argumen rasional. Mereka harus mampu mengenali dan menantang bias, indoktrinasi, dan propaganda, (2) mengubah pendekatan perspektif atau multi-perspektif (Changing perspectives or multi-perspective) approach) yaitu pendidikan global harus memungkinkan peserta didik untuk mengubah perspektif dan melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda, (3) kompetensi antarbudaya dalam komunikasi (intercultural competences in communication) yaitu pendidikan global harus membantu peserta didik untuk berurusan dengan ragam budaya bahasa dan kode sehingga saling pengertian dapat dicapai, (4) kerja tim dan kooperasi, yaitu pendidikan global harus membantu peserta didik untuk menghargai nilai bekerja sama dalam tugas bersama dan bekerja bersama dengan individu dan kelompok lain menuju tujuan bersama, (5) empati (empathy) yaitu pendidikan global harus memungkinkan peserta didik untuk memahami secara sensitif sudut pandang dan perasaan orang lain, khususnya mereka yang berasal dari kelompok yang berbeda, budaya dan bangsa dari mereka sendiri (6) berkaitan dengan kompleksitas, kontradiksi dan ketidakpastian (dealing with complexity, contradictions and uncertainty) pendidikan global membantu pembelajar untuk memahami kompleksitas dunia, menyadari kontradiksi dan ketidakpastian dan memahami bahwa tidak ada solusi satu dimensi untuk masalah kompleks (7) keterampilan untuk menangani konflik dan transformasi konflik (dealing with conflcts and conflct transformation) yaitu pendidikan global harus memungkinkan peserta didik untuk menghadapi konflik dan menanganinya dengan cara yang konstruktif dan sistematis, (8) kreativitas (creativity), yaitu pendidikan global harus merangsang imajinasi peserta didik untuk berpikir dan bekerja pada isu-isu global dengan cara yang kreatif dan menyenangkan, (9) penelitian (research), yaitu pendidikan global harus memungkinkan peserta didik untuk mencari pengetahuan tentang isu-isu global dengan menggunakan berbagai sumber, (10) pengambilan keputusan (decision making), yaitu pendidikan global harus memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan mengambil inisiatif melalui prosedur yang demokratis, dan (11) berkaitan dengan sains dan teknologi modern (dealing with science and modern technology), yaitu pendidikan global harus membekali peserta didik dengan keterampilan yang diperlukan untuk penggunaan yang bertanggung jawab atas pencapaian sains dan teknologi baru.

Ketiga terkait dengan nilai dan sikap (values and attitudes). Nilai-nilai dan sikap yang hakiki yang ditanamkan pada peserta didik memungkinkan para pendidik  untuk menjelaskan prinsip-prinsip dasar proses pembelajaran, membimbing mereka dalam memilih materi ajar, mengidentifikasi dan menggunakan sumber informasi, merancang strategi belajar-mengajar, mengevaluasi dan mengembangkan cara-cara intervensi praktis untuk pembelajar. Tujuan akhir dari pendidikan global adalah untuk mengembangkan nilai-nilai, berdasarkan pada pengetahuan tentang isu-isu global dan keterampilan yang relevan untuk membangun sikap untuk kewarganegaraan global yang bertanggung jawab di tingkat individu dan kolektif. Nilai-nilai ini dapat meliputi (1) pengembangan harga diri, percaya diri, menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain(Self-esteem, self-confience, self-respect and respect for other). Dalam hal ini, pendidikan global diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan rasa harga diri dan kebanggaan mereka sendiri, latar belakang sosial, budaya dan keluarga tertentu. Hal itu juga dapat mendorong mendorong mereka untuk mengembangkan rasa berharga bagi orang lain, terutama mereka yang memiliki latar belakang berbeda dengan diri pembelajar, (2) rasa tanggung jawab sosial (social resposability). Dalam hal ini, pendidikan global diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan solidaritas dan rasa kepedulian terhadap keadilan sosial, dunia yang aman dan damai di tingkat lokal, nasional dan internasional, (3)  tanggung jawab terhadap lingkungan (environtmental responsability), yaitu pendidikan global diharapkan mampu mendorong peserta didik untuk menjaga keseimbangan lingkungan alam di tingkat lokal dan tingkat global, (4) keterbukaan pikiran (open mindedness), yaitu pendidikan global diharapkan dapat memfasilitasi peserta didik untuk mendapatkan sumber-sumber informasi, dan sumber-sumber budaya dengan pikiran terbuka, (5) sikap visioner (visionary attitudes), yaitupendidikan global diharapkan manpu mendorong peserta didik untuk mengembangkan berbagai visi tentang bagaimana dunia inklusif yang lebih baik terlihat seperti di komunitas kita sendiri, di komunitas lain dan di dunia secara keseluruhan, (6) sebagai anggota komunitas yang proaktif dan partisipatif  (Proactive and participatory community membership), yaitu diharapkan pendidikan global mampu memperkuat rasa menjadi bagian dari komunitas (lokal-global) di mana hak dan tanggung jawab individu dan kolektif dipahami dan dihormati oleh semua orang, menciptakan perasaan saling mendukung dan kebutuhan untuk berpartisipasi dalam keputusan bersama, dan mampu mempromosikan prinsip-prinsip pluralisme, non diskriminasi dan keadilan sosial, dan (7)  solidaritas (solidariy),yaitu pendidikan global diarahkan pada solidaritas aktif yang menciptakan warga dunia yang sadar akan realitas global dan terlibat dalam bekerja untuk dunia yang lebih berkelanjutan, berdasarkan pada hak asasi manusia untuk semua, dialog dan kerja sama.